Jakarta, BSSN.go.id – Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Sulistyo, menjadi narasumber pada Seminar Ketahanan Nasional dengan Tema “Transformasi Digital Indonesia 2045” terkait keamanan siber. Kegiatan tetsebut dilaksanakan di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta pada Senin (7/8/2023).

Seminar tersebut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto, Ketua Umum Asosiasi Big Data dan AI Rudi Rusdiah, Director of ICT Strategy and Business Huawei Indonesia Mohammad Rosidi, CEO PT Telkomsel Ekosistem Digital (INDICO) Roy Kosasih, serta undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Deputi Sulistyo membahas tentang Pengembangan Kemandirian Kriptografi sebagai Competitive Advantages Mendukung Roadmap Keamanan Siber 2045.

Menurut Deputi Sulistyo, ruang lingkup kebijakan kriptografi yaitu meliputi hak umum masyarakat atas teknologi enkripsi, standar kekuatan enkripsi, persyaratan lisensi dan pendaftaran teknologi/algoritma enkripsi, kendali impor-ekspor, kewajiban bagi penyedia dalam mendukung penegakan hukum, kewajiban bagi pengguna dalam mendukung penegakan hukum, dan pembatasan lain yang diperlukan.

Dalam rangka mencapai siber Indonesia yang berdaulat, BSSN bersama dengan pemangku kepentingan menyusun suatu peta jalan (roadmap) 2019-2045 demi “Mewujudkan Kedaulatan Siber Indonesia Berkelas Dunia 2045.

Roadmap tersebut terbagi dalam 3 (tiga) periode waktu mengikuti RPJP yang merupakan rencana strategis pembangunan di Indonesia. Pertama Periode Stabilisasi Teknologi Siber dan Sandi Nasional tahun 2019-2025, kedua Periode Integrasi Teknologi Siber dan Sandi Nasional tahun 2026-235, dan ketiga Periode Kemandirian Teknologi Siber dan Sandi Nasional tahun 2036-2045.

 

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN ©2023