Badung, BSSN.go.id – Indonesia akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic and Island States atau KTT AIS Forum pada 10-11 Oktober 2023 di Bali. Sebanyak 51 negara pulau dan kepulauan, serta sejumlah organisasi internasional, dijadwalkan akan hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia bertugas untuk memastikan keamanan dan kelancaran KTT AIS Forum, serta akan bersinergi dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, terkait pengamanan siber dan sandi di event internasional tersebut.

Juru Bicara BSSN Ariandi Putra mengatakan, institusinya telah menyiapkan satuan tugas pengamanan siber dan sandi untuk memastikan kelancaran sebelum dan selama pelaksanaan KTT AIS Forum 2023 di Bali.

“Satuan tugas pengamanan yang kami siapkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi BSSN di bidang keamanan siber dan sandi, serta kelancaran sebelum dan selama pelaksanaan KTT AIS Forum 2023 di Bali,” katanya.

Ariandi menjelaskan, dalam pengamanan KTT AIS Forum 2023 ini sama seperti yang dilakukan oleh BSSN pada gelaran KTT G20 di Bali serta KTT ASEAN di Labuan Bajo dan Jakarta lalu.

“Pengamanan KTT AIS Forum 2023 ini merujuk pada kesuksesan pengamanan siber dan sandi yang dilakukan BSSN pada gelaran KTT G20 di Bali serta KTT ASEAN di Labuan Bajo dan Jakarta beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Pengamanan ini mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif serta bersinergi dan berkolaborasi dengan TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait dalam penyelenggaraan KTT AIS Forum 2023.

Tahun ini, KTT AIS Forum 2023 mengusung tema “Fostering Collaboration, Enabling Innovation for Our Ocean and Our Future“.

Sebagai informasi, agenda pertemuan tersebut akan berfokus kepada tiga aspek penting, yaitu pembangunan ekonomi biru, tantangan perubahan iklim, dan mempererat solidaritas antara negara pulau dan kepulauan.

 

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN